RINGIN
CONTONG DAN KEBOKICAK
Sinopsis
Ringin Contong berada di tengah kota
Jombang,dikatakan ringin contong, karena ringin yang bentuknya seperti contong
Pertama dari kajian etnografi atau yang bersumber dari cerita rakyat sebagai
kekayaan folklor/ tradisi kolektif masyarakat Jombang, yaitu cerita Kebokicak
Karang Kejambon. Alkisah kebokicak ditugasi ki Patih Panggulan Jagat untuk memberantas kejahatan berteduh di bawah pohon raksasa disebelahnya
ada sumur tua disitulah digunakan untuk menimba ilmu sampai sekarang. Setelah
melihat langsung pohon raksasa itu akhirnya tempat persinggahan tersebut
dinamakan Ringin Conthong.
Jalan Cerita
Nama
Pemain
1. Jokotulus disebut Kebokicak
2. Patih Panggulan Jagat
adalah ayah Kebokicak seorang Pertapa dari Kerajaan Mojopahit
3. Dewi Wandan Wanguri Ibu Kebokicak
4. Ki Gadung Kepala penjahat yang berpenghuni di Ringin
Contong
5. Ki Tales teman Ki Gadung
6. Jarot dan Sruntul anak dari Ki Gadung
PROLOG
Joko Tulus juga disebut Kebokicak
tinggal bersama ibunya Dewi Wandan Wanguri
, orang menyebut Kebokicak karena badanya kuat, sebelum
berangkat ke sekolah kebokicak membantu ibunya di ladang sekitar rumahnya
memerik terong, tomat, cabe,
ditengah ladang Kebokicak didatangi seorang pertapa namanya Patih Panggulan Jagat
Panggulan
J : Assalamualaikum
Warohmatullohi wabarokatuh Tole
Kebokicak
Kebokicak : wa alaikum salam
warokhmatullohi wa barokatuh, haahh ki Pertapa
Panggulan
J :
Anaku Namaku Patih Panggulan Jagat, dari Majapahit, aku
berpesan padamu tole, kamu jangan lupa solat
lima waktu, tole... kebokicak
sekarang minumlah air suci didalam kendi
ini agar tubuhmu menjadi kuat dan sakti,
Kebokicak : Baiklah
Ki .....
Panggulan
J : Anakku
aku
berpesan pergilah ke desa ijo-abang disana ada pohon beringin yang
besar dan rindang bentuknya seperti contong
juga ada
sumber air ditempati oleh para penjahat bernama Gadung dan Tales serta dua anak Gadung
yang bernama, Jarot
dan Sruntul, untuk mengalahkan merekan lanturkanlah tembang-tembang jawa agar
dia ketiduran dan tidak berdaya lagi, sudah ya anakku laksanakan pesanku, aku
mau pergi
Kebokicak : Heeeh kemana Ki Pertapa
tiba-tiba menghilang aaahh …. Bakulku sudah penuh dengan sayuran aku bawa
pulang biar ibu bisa segera menjual ke pasar
Kebokicak : Ibu…….
Ibu, keluarlah bakulku penuh dengan sayuran
Ibu Dewi : Anakku ayo kita
tata sayuranya biar mudah ibu menjual ke pasar
Kebokicak : Baik ibu ........
Kebokicak : Ibu saya tadi
bertemu pertapa namanya Ki Panggulan
Jagat
Ibu : Haaah…….
Patih Panggulan jagad di di aaa…yahmu nak
Kebokicak : Saya ditugaskan
oleh ki Panggulan Jagat untuk
memberantas kejahatan didesa Ijo-abang
Ibu
Dewi : Kamu
masih kecil anakku mana mungkin bisa mengalahkan para penjahat, yang bernama Gadung, Tales dan kedua anaknya bernama Jarot dan
Sruntul dia masuh kecil tapi galak , dia
membawa senjata tombak beracun yang mematikan
Kebokicak : Saya mengerti
ibu, saya mau berangkat melaksanakan tugas yang diberikan oleh Ki Patih Panggulan Jagat
……. Ibu saya akan berlutut dan mencium tangan ibu, guna memohon doa restu……….
Ibu doakanlah anakmu agar Allah selalu melindungi aku
Ibu
Dewi : Ya
anaku…… Ya Allah lindungilah anaku….. berilah kekuatan dalam menjalankan tugas
membela kebenaran.
Babak II
Prolog
Kebokicak
berangkat menuju Desa Ijo-Abang setiap langkah
kakinya selalu membaca doa……… kemudian sampailah di desa Ijo-abang, kebokicak berteduh dibawah pohon
besar sambil membuka bekal karena sudah berjalan jauh kebokicak lapar. Baru
membuka bungkusan nasi,……… tiba-tiba terdengar suara………
Jarot : Haaaiiiii
siapa kamu…….Berani benar kau…….. mana
makananmu……. Kebetukan sekali aku lapar
Kebokicak : Eee
……. Jangan ini makananku….. namaku kebokicak rumahku Karangkejambon
Sruntul : Ahhhh
untuk aku saja ……. Mulai pagi aku belum makan…… uuueenak sekalu makananya,
Kebokicak : Mengambil
punya orang dengan paksa itu tidak sopan namanya
Gadung : Anak
kecil pinter bicara……. Kamu datang kesini ….ha ha ha ha aku suka, nanti kamu
akan saya jadikan raja pengemis kecil……. Sesekali nyopet……. Mau kamu aku beri
pekerjaan yang mendatangkan uang banyak.........
ha ha ha ha
Kebokicak : Kenapa mesti kita harus mengemis kalau kita
masih bisa bekerja dan mencopet itu dosa……. Aku tidak mau
Gadung : Ahhh banyak bicara anak kecil….. ayo kamu aku
ikat
Kebokicak : Aku tidak mau aku lari saja
Gadung : Hei hei kamu jangan lari……. Aku kejar kamu…..
aku kejar kamu hai….hai….hai….. hai…..kemana kamu…… aku tangkap…….Ayo kemana aku
kejar...............haah haah haah kencang sekali larimu hampir copot nafasku
ayooo......
tertangkap kamu haaah ...... Aku ikat dibawah pohon
beringin….. hai Jarot ambilkan tali untuk mengikat anak kecil ini
Gadung : Haaaaaaahhhhh... Ayo kita duduk sebentar, aku capek mengejar
anak kecil ini larinya kencang sekali
Kebokicak : Eeeehhhh aku ingat kata aku harus nembang supaya dia ketiduran……
Caping
Gunung
Dhek jaman berjuang
Njuk kelingan anak lanang
Biyen tak openi
Ning saiki ana ngendi
Njuk kelingan anak lanang
Biyen tak openi
Ning saiki ana ngendi
Jarene wis menang
Keturutan sing digadang
Biyen ninggal janji
Ning saiki apa lali
Keturutan sing digadang
Biyen ninggal janji
Ning saiki apa lali
Ning gunung
Tak jadongi sega jagung
Yen mendung
Tak silihi caping gunung
Tak jadongi sega jagung
Yen mendung
Tak silihi caping gunung
Sukur bisa nyawang
Gunung desa dadi reja
Dene ora ilang
Gone padha lara lapa
Gunung desa dadi reja
Dene ora ilang
Gone padha lara lapa
Semua penjahat : Tidur geeerrr, geeerrr, gerrrr,
Kebokicak : Heeh semua penjahat tidur aku ikat tangan dan
kaki dengan tali ini
Tales : Aduh…. Kakiku tanganku terikat, sakit sekali
kepalaku
Jarot : Leherku
juga sakit sekali….. badanku panas….panas
Gadung : Ampun…..
kebokicak ampun…… aku bertobat….. kami semua berhenti tidak jadi penjahat
lagi…….. badanku sakit, kulitku panas, ampun…… ampun…… tolong kami semua….. aku
bertobat
Kebokicak : Baiklah kalau kalian sudah kapok aku lanturkan tembang sambil mandi di sumur ini
Lir ilr, lir ilir tandure wus sumilir
tak ijo royo-royo tak senggo kemanten
anyar
cah angon cah angon peneken blimbing
kuwi
lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh
dodotiro
dodotiro-dodotiro kumitir bedahing
pinggir
dondomaono jlumatono kanggo sebo mengko
sore
mumpung jembar rembulane mumpung gede
kalangane
yo surak o, oo surak hore…..
: …….
Sudah dingin badan kalian sudah sembuh sakit kalian
Gadung : Terimakasih
kebokicak kamu sudah menyadarkan aku, aku mau belajar untuk menimba ilmu disini
dengan kamu
Kebokicak : Kalau
kamu sudah sadar ada yang mau mengajar kamu ilmu agama dia seorang pertapa namanya dari kerajaan Majapahit
namanya Patih Panggulan Jagat
Ki
Patih : Assalamualaikum
warokhmatullohi wa barokatuh
Kebokicak : Wa
alaikum salam warohmatullohi wa barokatuh, baiklah aku akan mengajari kalian
semua
Penutup
Akirnya
para penjahat penghuni Ringin Contong sadar dan belajar Ilmu Agama kepada Ki
Patih Panggulan Jagat
dan Dia tinggal dengan anaknya Joko Tulus di Padepokan Ringin
Contong, yang dekat
sumur sumber air, akhirnya didaerah Ijo-Abang tempat menimba
segala Ilmu sampai sekarang.
Kekuatan cerita
dengan Pendidikan
Budaya Karakter
Bangsa
Pembelajaran
bercerita selalu dilaksanakan pada pendidikan anak usia dini kerena Taman
Kanak-Kanak termasuk pendidikan anak usia dini jalur formal cerita banyak
mengandung pesan-pesan moral yang diperlukan untuk pengembangan pendidikan di Taman Kanak-Kanak antara lain Nilai-nilai
Moral Agama, Sosial Emosial, Bahasa, Kognitif, Fisik, dalam brcerita
disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Dalam panduan sekolah karakter
2011 (h.1), upaya pembentukan karakter sesuai dengan budaya bangsa ini tentu
tidak semata-mata hanya dilakukan disekolah melalui serangkaian kegiatan
belajardan luar sekolah, tetapi juga melalui pembiasaan (habituasi) dalam
kehidupan, seperti : religius jujur disiplin, toleran, kerja keras, kreatif,
mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu,semangat kebangsaan,cinta tanah air,
menghargai prestasi, bersahabat, cinta
damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab. Pembiasaan ini bukan mengajarkan benar salah,
akan tetapi juga mampu merasakan nilai yang baik dan tidak baik serta bersedia
melakukan dari lingkup terkecilseperti keluarga sampai dengan cakupan yang
lebih luas di masyarakat. Nilai-nilai tersebut perlu ditumbuh kembangkan peserta
didik yang pada akhirnya akan menjadi cermin hidup bangsa Indonesia. Kegiatan pembiasaan
melalui bercerita dengan materi cerita yang komunikatif, cara penyampaian
cerita yang menyenangkan dan dan alat peraga yang menarik dimasukkan beberapa pendidikan budaya dan
karakter bangsa Indonesia yang luhur sehinngga jalan cerita dapat berkesan dan
diterima oleh anak sebagai pesan moral, dari tingkah laku tokoh-tokoh yang baik
dapat ditiru oleh anak.
Judul cerita Joko
Tulus di Ringin Contong, kekuatan cerita pesan moral yang disesuaikan dengan
pendidikan budaya karakter bangsa sebagai berikut:
Orang menyebut Kebokicak karena badannya kuat, sehat, tidak pernah sakit, dia adalah anak
rajin beribadah, rajin dan pintar, sebelum berangkat ke sekolah Kebokicak membantu Ibunya di ladang, nilai budaya
karakter yang dikembangkan religius, jujur, toleransi dan disiplin.
Panggulan Jagad
mengucap salam dan Kebokicak membalas salam, Panggulan Jagat berpesan agar
Kebokicak solat lima waktu, membaca Asmaul Husna, kalau mau berangkat pamit dan
bersalaman cium tangan pada Ibunya. Ki Panggulan Jagad berpesan juga supaya pergi ke desa Ijo-abang
untuk memberantas kejahatan, di Ringin Contong, disebelah Ringin Contong ada
sumber air. Nilai karakter yang dikembangkan Religius biasa mengucap salam,
menghormati orang yang lebih tua, peduli lingkungan, menghargai sejarah, cinta
tanah air, kerja keras, mandiri,
Untuk mengalahkan
penjahat Ki Panggulan Jagad menyuruh melanturkan tembang jawa untuk mengalahkan
penjahat nilai karakter yang dikembangkan cinta tanah air melestarikan budaya
tembang-tembang Jawa sejak dini dimulai dari tembang-tembang dolanan anak.
Kebokicak pulang
membawa sayuran hasil dari ladangnya untuk dijual Ibunya dipasar, memberitahu Ibunya
bahwa bertemu dengan Ki Panggulan Jagad diberi tugas, Kebokicak berpamitan pada Ibunya dan Ibunya
mendoakan anaknya nilai yang dikembangkan religius, Peduli sosial (kasih
sayang), semangat kebangsaan (berani membela kebenaran mau menjalankan tugas
yang diberikan oleh Ki Panggulan Jagad)
Kebokicak berangkat
menuju desa Ijo-Abang
setiap langkah kakinya selalu membaca doa……… kemudian sampailah di desa Ijo-Abang, Kebokicak berteduh dibawah pohon
besar sambil membuka bekal karena sudah berjalan jauh Kebokicak lapar. Baru
membuka bungkusan nasi, Jarot, dan Sruntul
merebut makanan Kebokicak, Kebokicak menjelaskan bahwa mengambil punya orang
dengan paksa itu namanya tidak sopan, budaya karakter yang dikembangkan
toleransi.
Gadung mau
menjadikan Kebokicak raja pengemis dan pencopet tetapi kebokicak tidak mau,
kemudian melawan dengan melanturkan tembang jawa Caping Gunung, para penjahat
mendengar suara yang merdu tidak berdaya dan ketiduran, kemudian para penjahat
terbangun merasa kesakitan amat sangat.Karakter yang dikembangkan Kejujuran,
keberanian membela kebenaran, melestarikan budaya tembang jawa.
Akhirnya penjahat
sadar, setelah ditolong oleh kebokicak dengan jalan dimandikan dengan air dari
sumber yang ada didekat pohon beringin dan dilanturkan tembang lir ilir artinya
mari bangun dan berbuat kebaikan dari kejahatan berguru ilmu yang benar kepada
Pertapa patih Panggulan Jagat karakter yang dikembangkan Bersahabat, suka
belajar, toleransi.
Kesimpulan
Cerita Joko Tulus
dan Ringin Contong, sebagai berikut Joko Tulus berani mengorbankan diri
menjalankan perintah dari Patih Panggulan jagat melawan para penjahat yang
bersenjara tombak beracun, dilawan oleh Joko tulus dengan sejata Doa dan
lanturan tembang-tembang Jawa, dan berhasil mengalahkan para penjahat penghuni
Ringin Contong.
RINGIN CONTONG DAN JOKO TULUS
SANDIWARA BONEKA
NASKAH
Disajikan dalam rangka lomba PORSENI Tingkat Propinsi Jawa Timur
Bertempat di Asrama Haji Sukolilo Surabaya
Pemain
Wahyu Nurhidayati, S.psi
M.Pd
Sri Endahwati, S.Pd
DINAS PENDIDIKAN PROPINSI JAWA TIMUR
2011
salam wisata pulau tidung http://www.tidung-fantasy.com
BalasHapus