Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net

Kamis, 17 Mei 2012

Sandiwara Boneka


RINGIN CONTONG DAN KEBOKICAK

Sinopsis
Ringin Contong berada di tengah kota Jombang,dikatakan ringin contong, karena ringin yang bentuknya seperti contong Pertama dari kajian etnografi atau yang bersumber dari cerita rakyat sebagai kekayaan folklor/ tradisi kolektif masyarakat Jombang, yaitu cerita Kebokicak Karang Kejambon. Alkisah kebokicak ditugasi ki Patih Panggulan Jagat  untuk memberantas kejahatan  berteduh di bawah pohon raksasa disebelahnya ada sumur tua disitulah digunakan untuk menimba ilmu sampai sekarang. Setelah melihat langsung pohon raksasa itu akhirnya tempat persinggahan tersebut dinamakan Ringin Conthong.

Jalan Cerita
Nama Pemain
1.     Jokotulus disebut Kebokicak
2.     Patih Panggulan Jagat  adalah ayah Kebokicak seorang Pertapa dari Kerajaan Mojopahit
3.     Dewi Wandan Wanguri Ibu Kebokicak
4.     Ki Gadung Kepala penjahat yang berpenghuni di Ringin Contong
5.     Ki Tales teman Ki Gadung
6.     Jarot dan Sruntul anak dari Ki Gadung



PROLOG
Joko Tulus juga disebut Kebokicak tinggal bersama ibunya Dewi Wandan Wanguri  , orang menyebut Kebokicak karena badanya kuat,   sebelum berangkat ke sekolah kebokicak membantu ibunya di ladang sekitar rumahnya memerik terong, tomat, cabe, ditengah ladang Kebokicak didatangi seorang pertapa namanya Patih Panggulan Jagat
Panggulan J    :   Assalamualaikum Warohmatullohi wabarokatuh Tole  Kebokicak
Kebokicak      :   wa alaikum salam warokhmatullohi wa barokatuh, haahh ki Pertapa
Panggulan J    :   Anaku Namaku Patih Panggulan Jagat, dari Majapahit, aku berpesan padamu tole, kamu jangan lupa solat lima waktu, tole... kebokicak sekarang  minumlah air suci didalam kendi ini agar tubuhmu menjadi kuat dan sakti,
Kebokicak      :   Baiklah Ki .....
Panggulan J    :   Anakku  aku berpesan pergilah ke desa ijo-abang disana ada pohon beringin yang besar dan rindang bentuknya seperti contong  juga  ada sumber air ditempati oleh para penjahat bernama Gadung dan Tales serta dua  anak Gadung yang bernama, Jarot dan Sruntul, untuk mengalahkan merekan lanturkanlah tembang-tembang jawa agar dia ketiduran dan tidak berdaya lagi, sudah ya anakku laksanakan pesanku, aku mau pergi
Kebokicak      :   Heeeh kemana  Ki Pertapa tiba-tiba menghilang aaahh …. Bakulku sudah penuh dengan sayuran aku bawa pulang biar ibu bisa segera menjual ke pasar
Kebokicak     :   Ibu……. Ibu, keluarlah bakulku penuh dengan sayuran
Ibu Dewi        :   Anakku ayo kita tata sayuranya biar mudah ibu menjual ke pasar
Kebokicak     :   Baik ibu ........
Kebokicak      :   Ibu saya tadi bertemu pertapa namanya Ki Panggulan Jagat
Ibu                 :   Haaah……. Patih Panggulan jagad di di  aaa…yahmu nak
Kebokicak      :   Saya ditugaskan oleh ki Panggulan Jagat untuk memberantas kejahatan didesa Ijo-abang
Ibu Dewi        :   Kamu masih kecil anakku mana mungkin bisa mengalahkan para penjahat, yang bernama  Gadung, Tales dan kedua anaknya  bernama Jarot dan Sruntul dia masuh kecil tapi galak , dia membawa senjata tombak beracun yang mematikan
Kebokicak      :   Saya mengerti ibu, saya mau berangkat melaksanakan tugas yang diberikan oleh Ki Patih Panggulan Jagat ……. Ibu saya akan berlutut dan mencium tangan ibu, guna memohon doa restu………. Ibu doakanlah anakmu agar Allah selalu melindungi aku
Ibu Dewi        :   Ya anaku…… Ya Allah lindungilah anaku….. berilah kekuatan dalam menjalankan tugas membela kebenaran.
Babak II
Prolog   
Kebokicak berangkat menuju Desa Ijo-Abang setiap langkah kakinya selalu membaca doa……… kemudian sampailah di desa Ijo-abang, kebokicak berteduh dibawah pohon besar sambil membuka bekal karena sudah berjalan jauh kebokicak lapar. Baru membuka bungkusan nasi,……… tiba-tiba terdengar suara………
Jarot               :   Haaaiiiii  siapa kamu…….Berani benar kau…….. mana makananmu……. Kebetukan sekali aku lapar
Kebokicak      :   Eee ……. Jangan ini makananku….. namaku kebokicak rumahku Karangkejambon
Sruntul           :   Ahhhh untuk aku saja ……. Mulai pagi aku belum makan…… uuueenak sekalu makananya,
Kebokicak      :   Mengambil punya orang dengan paksa itu tidak sopan namanya
Gadung          :   Anak kecil pinter bicara……. Kamu datang kesini ….ha ha ha ha aku suka, nanti kamu akan saya jadikan raja pengemis kecil……. Sesekali nyopet……. Mau kamu aku beri pekerjaan yang mendatangkan uang banyak......... ha ha ha ha
Kebokicak      :   Kenapa mesti kita harus mengemis kalau kita masih bisa bekerja dan mencopet itu dosa……. Aku tidak mau
Gadung          :   Ahhh banyak bicara anak kecil….. ayo kamu aku ikat
Kebokicak      :   Aku tidak mau aku lari saja
Gadung          :   Hei hei kamu jangan lari……. Aku kejar kamu….. aku kejar kamu hai….hai….hai….. hai…..kemana kamu…… aku tangkap…….Ayo kemana aku kejar...............haah haah haah kencang sekali larimu hampir copot nafasku ayooo...... tertangkap kamu haaah ...... Aku ikat dibawah pohon beringin….. hai Jarot ambilkan tali untuk mengikat anak kecil ini
Gadung          :   Haaaaaaahhhhh... Ayo kita duduk sebentar, aku capek mengejar anak kecil ini larinya kencang sekali
Kebokicak      :   Eeeehhhh aku ingat kata  aku harus nembang supaya dia ketiduran……
Caping Gunung
Dhek jaman berjuang
Njuk kelingan anak lanang
Biyen tak openi
Ning saiki ana ngendi
Jarene wis menang
Keturutan sing digadang
Biyen ninggal janji
Ning saiki apa lali
Ning gunung
Tak jadongi sega jagung
Yen mendung
Tak silihi caping gunung
Sukur bisa nyawang
Gunung desa dadi reja
Dene ora ilang
Gone padha lara lapa
Semua penjahat : Tidur geeerrr, geeerrr, gerrrr,
Kebokicak      :   Heeh semua penjahat tidur aku ikat tangan dan kaki dengan tali ini
Tales              :   Aduh…. Kakiku tanganku terikat, sakit sekali kepalaku
Jarot               :   Leherku juga sakit sekali….. badanku panas….panas
Gadung          :   Ampun….. kebokicak ampun…… aku bertobat….. kami semua berhenti tidak jadi penjahat lagi…….. badanku sakit, kulitku panas, ampun…… ampun…… tolong kami semua….. aku bertobat
Kebokicak      :   Baiklah kalau kalian sudah kapok aku lanturkan tembang sambil mandi di sumur ini
Lir ilr, lir ilir tandure wus sumilir
tak ijo royo-royo tak senggo kemanten anyar
cah angon cah angon peneken blimbing kuwi
lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro
dodotiro-dodotiro kumitir bedahing pinggir
dondomaono jlumatono kanggo sebo mengko sore
mumpung jembar rembulane mumpung gede kalangane
yo surak o, oo surak hore…..
    :   ……. Sudah dingin badan kalian sudah sembuh sakit kalian
Gadung          :   Terimakasih kebokicak kamu sudah menyadarkan aku, aku mau belajar untuk menimba ilmu disini dengan kamu
Kebokicak      :   Kalau kamu sudah sadar ada yang mau mengajar kamu ilmu agama dia seorang pertapa namanya dari kerajaan Majapahit namanya Patih Panggulan Jagat
Ki Patih          :   Assalamualaikum warokhmatullohi wa barokatuh
Kebokicak      :   Wa alaikum salam warohmatullohi wa barokatuh, baiklah aku akan mengajari kalian semua

Penutup
Akirnya para penjahat penghuni Ringin Contong sadar dan belajar Ilmu Agama kepada  Ki Patih Panggulan Jagat dan Dia  tinggal dengan anaknya Joko Tulus di Padepokan  Ringin Contong, yang dekat sumur sumber air,  akhirnya didaerah Ijo-Abang tempat menimba segala Ilmu sampai sekarang.






Kekuatan cerita dengan Pendidikan
Budaya Karakter Bangsa
Pembelajaran bercerita selalu dilaksanakan pada pendidikan anak usia dini kerena Taman Kanak-Kanak termasuk pendidikan anak usia dini jalur formal cerita banyak mengandung pesan-pesan moral yang diperlukan untuk pengembangan pendidikan  di Taman Kanak-Kanak antara lain Nilai-nilai Moral Agama, Sosial Emosial, Bahasa, Kognitif, Fisik, dalam brcerita disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Dalam panduan sekolah karakter 2011 (h.1), upaya pembentukan karakter sesuai dengan budaya bangsa ini tentu tidak semata-mata hanya dilakukan disekolah melalui serangkaian kegiatan belajardan luar sekolah, tetapi juga melalui pembiasaan (habituasi) dalam kehidupan, seperti : religius jujur disiplin, toleran, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu,semangat kebangsaan,cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat,  cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab.  Pembiasaan ini bukan mengajarkan benar salah, akan tetapi juga mampu merasakan nilai yang baik dan tidak baik serta bersedia melakukan dari lingkup terkecilseperti keluarga sampai dengan cakupan yang lebih luas di masyarakat. Nilai-nilai tersebut perlu ditumbuh kembangkan peserta didik yang pada akhirnya akan menjadi cermin hidup bangsa Indonesia. Kegiatan pembiasaan melalui bercerita dengan materi cerita yang komunikatif, cara penyampaian cerita yang menyenangkan dan dan alat peraga yang menarik  dimasukkan beberapa pendidikan budaya dan karakter bangsa Indonesia yang luhur sehinngga jalan cerita dapat berkesan dan diterima oleh anak sebagai pesan moral, dari tingkah laku tokoh-tokoh yang baik dapat ditiru oleh anak.
Judul cerita Joko Tulus di Ringin Contong, kekuatan cerita pesan moral yang disesuaikan dengan pendidikan budaya karakter bangsa sebagai berikut:
Orang menyebut Kebokicak karena badannya kuat, sehat, tidak pernah sakit,  dia adalah anak rajin beribadah, rajin dan pintar, sebelum berangkat ke sekolah Kebokicak membantu Ibunya di ladang,  nilai budaya karakter yang dikembangkan religius, jujur, toleransi dan disiplin.
Panggulan Jagad mengucap salam dan Kebokicak membalas salam, Panggulan Jagat berpesan agar Kebokicak solat lima waktu, membaca Asmaul Husna, kalau mau berangkat pamit dan bersalaman cium tangan pada Ibunya. Ki Panggulan Jagad  berpesan juga supaya pergi ke desa Ijo-abang untuk memberantas kejahatan, di Ringin Contong, disebelah Ringin Contong ada sumber air. Nilai karakter yang dikembangkan Religius biasa mengucap salam, menghormati orang yang lebih tua, peduli lingkungan, menghargai sejarah, cinta tanah air, kerja keras, mandiri,
Untuk mengalahkan penjahat Ki Panggulan Jagad menyuruh melanturkan tembang jawa untuk mengalahkan penjahat nilai karakter yang dikembangkan cinta tanah air melestarikan budaya tembang-tembang Jawa sejak dini dimulai dari tembang-tembang dolanan anak.
Kebokicak pulang membawa sayuran hasil dari ladangnya untuk dijual Ibunya dipasar, memberitahu Ibunya bahwa bertemu dengan Ki Panggulan Jagad diberi tugas,  Kebokicak berpamitan pada Ibunya dan Ibunya mendoakan anaknya nilai yang dikembangkan religius, Peduli sosial (kasih sayang), semangat kebangsaan (berani membela kebenaran mau menjalankan tugas yang diberikan oleh Ki Panggulan Jagad)
 Kebokicak  berangkat menuju desa Ijo-Abang setiap langkah kakinya selalu membaca doa……… kemudian sampailah di desa Ijo-Abang, Kebokicak berteduh dibawah pohon besar sambil membuka bekal karena sudah berjalan jauh Kebokicak lapar. Baru membuka bungkusan nasi, Jarot, dan Sruntul merebut makanan Kebokicak, Kebokicak menjelaskan bahwa mengambil punya orang dengan paksa itu namanya tidak sopan, budaya karakter yang dikembangkan toleransi.
Gadung mau menjadikan Kebokicak raja pengemis dan pencopet tetapi kebokicak tidak mau, kemudian melawan dengan melanturkan tembang jawa Caping Gunung, para penjahat mendengar suara yang merdu tidak berdaya dan ketiduran, kemudian para penjahat terbangun merasa kesakitan amat sangat.Karakter yang dikembangkan Kejujuran, keberanian membela kebenaran, melestarikan budaya tembang jawa.
Akhirnya penjahat sadar, setelah ditolong oleh kebokicak dengan jalan dimandikan dengan air dari sumber yang ada didekat pohon beringin dan dilanturkan tembang lir ilir artinya mari bangun dan berbuat kebaikan dari kejahatan berguru ilmu yang benar kepada Pertapa patih Panggulan Jagat karakter yang dikembangkan Bersahabat, suka belajar, toleransi.
Kesimpulan
Cerita Joko Tulus dan Ringin Contong, sebagai berikut Joko Tulus berani mengorbankan diri menjalankan perintah dari Patih Panggulan jagat melawan para penjahat yang bersenjara tombak beracun, dilawan oleh Joko tulus dengan sejata Doa dan lanturan tembang-tembang Jawa, dan berhasil mengalahkan para penjahat penghuni Ringin Contong.





 
RINGIN CONTONG DAN JOKO TULUS
SANDIWARA BONEKA

NASKAH
Disajikan dalam rangka lomba PORSENI Tingkat Propinsi Jawa Timur
Bertempat di Asrama Haji Sukolilo Surabaya










Pemain
Wahyu Nurhidayati, S.psi M.Pd
Sri Endahwati, S.Pd


DINAS PENDIDIKAN PROPINSI JAWA TIMUR
2011

 








1 komentar: